Masuk

Ingat Saya

JIHADIS, INI HARUSNYA YANG KITA LAKUKAN

JIHADIS, INI HARUSNYA YANG KITA LAKUKAN

membangun-bangsaHallo teman-teman  JIHAD FILLAH yang selalu berbahagia apa kabarnya? Kali ini tim saya akan membahas tentang momok menakutkan (hantu) yang sedang ingin mengerogoti negara Indonesia. Kamu tahu ga siapa itu yang ingin menggerogotinya kalau belum tahu, hayo cari tahu.

Menurut saya saat ini momok yang menggerogoti (hantu) terbesar bagi keberlangsungan hidup di suatu negara tak terkecuali di Indonesia pada era saat ini adalah maraknya tindakan radikalisme dan terorisme. Tindakan keduanya merupakan suatu ancaman yang paling menakutkan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagaimana tidak hadirnya terorisme dan radikalisme dapat meruntuhkan kehidupan bernegara mulai dari ekonomi, bisnis hingga politik suatu negara, seperti yang terjadi di Timur Tengah. Negara seperti Suriah dan Irak mengalami kemunduran dan hancur lebur karena tindakan brutal terorisme dan radikalisme. Kita tidak mau kan seperti itu?

Oleh karena itu kita sebagai Bangsa Indonesia harus mewaspadai kejadian-kejadian tindakan radikalisme dan terorisme, supaya NKRI tetap berdiri, bahkan menjadi salah satu negeri yang damai rakyatnya dan pertumbuhan ekonominya menjadi meningkat. Untuk mencapainya membutuhkan suatu hal yang ekstra mengingat saat ini pengaruh perkembangan teknologi juga membantu subur tindakan radikalisme dan terorisme. Para terorisme mulai memainkan peranya di dunia internet untuk melakukan propaganda, melakukan perekrutan, hingga melakukan aksi pencucian otak.

Hal tersebut yang harus diwaspadai mengingat semakin meratanya pertumbuhan pengguna internet di dunia. Informasi yang beredar baik teks, foto maupun video yang semakin tak terbendung membuat merebaknya paham radikalisme dan terorisme kian menyebar secara masif. Untuk melakukan pencegahan harus adanya upaya saling koordinasi antar semua pimpinan untuk melawan paham radikalisme dan terorisme bahkan sampai ke lini nasional maupun internasional. Seperti halnya ungkapan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)  pada saat sidang umum Interpol ke 85 di BNDCC Nusa Dua, Bali. Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa terorisme merupakan masalah sekaligus tantangan besar yang harus dihadapi oleh dunia dan tidak bisa dicegah tanpa adanya kerja sama antar negara.

“Sekali lagi saya tegaskan, terorisme itu tantangan besar bagi dunia. Indonesia siap berkontribusi dalam penanganan teroris dan juga nilai toleransi,” ungkapnya.

Tindakan terorisme dan radikalisme saat ini tidak hanya menyebar pada orang dewasa, namun juga menyebar dikalangan pemuda. Bahkan mereka saat ini berani mengibarkan sayapnya tidak hanya melalui forum pengajian, melalui sekolah umum maupun kegamaan, masuk ke tingkat universitas, hingga menggunakan dunia maya. Tindakan tersebut harus segera dicegah, bila tidak segera dicegah dikhawatirkan akan bertambah luas paham-paham itu menyebar di kalangan masyarakat Indonesia. Indonesia yang damai bukan tidak mungkin akan disusupi oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang menginginkan Indonesia mengalami ketidakharmonisan. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu membekali beberapa hal supaya tidak merambah paham radikalisme dan terorisme yang lebih luas.

Pertama, hal yang perlu kita pahami adalah bahwa kelompok radikal selalu menyalahkan pihak-pihak yang dianggap bertentangan dengan dirinya misalnya kelompok radikal menganggap kebijakan negara tidak sesuai apa yang diinginkan, tidak islami, ataupun hanya menguntungkan pihak lain. Kelompok radikal lalu membuat suatu isu yang berkaitan dengan sara dan memancing provokasi hingga mengajak melakukan aksi teror secara terbuka. Kelompok radikal juga memanfaatkan ayat-ayat suci Al Quran untuk lebih mempertegas dan membantu dalam suatu tindakan. Segala cara mereka lakukan supaya keinginannya dapat terpenuhi. Kejadian seperti itu yang mereka contoh seperti ISIS melakukan gerakan.

Bagaimana cara melawannya adalah dimulai dari setiap individu, di mana individu berperan sangat besar. Setiap individu harus dapat berpikir menggunakan logika dan akal sehat dalam melihat segala sesuatu. Kita harus bersikap kritis terhadap informasi yang kita peroleh. Jangan sampai karena kita termakan informasi yang dikirimkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab lantas kita mudah untuk menerima dan menelannya dalam-dalam. Jangan sampai kejadian seperti itu tejadi.

Cara yang paling sederhana mungkin dengan melakukan diskusi kepada orang-orang yang ahli agama hingga orang terdekatnya menanyakan informasi apakah benar atau tidak. Banyak bertanya bila kita tidak mengetahui informasinya. Bila merasa ada yang lebih mencurigakan lagi, mungkin bisa langsung memberikan informasi kepada negara yakni melalui kepolisian supaya tindakan tersebut dapat teratasi. Banyaknya paham radikalisme dan terorisme yang berkembang karena dari warganya yang takut untuk melaporkan, padahal pemerintah sangat terbuka untuk menerima laporan supaya tidak berkembang. Tingkatkan ilmu pengetahuan dan kegamaan yang bersama juga cara untuk melawan terorisme dan radikalisme.

Cara kedua, untuk mencegah paham terorisme dan radikalisme bila tidak berkembang pesat di Indonesia adalah dengan cara menuntaskan permasalahan kemiskinan dan pengangguran seperti yang diungkapkan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.

“Salah satu upaya dalam mengatasi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme adalah menuntaskan permasalahan kemiskinan, berbagai masalah sosial dan ketidakadilan pada tingkat global. Memenangkan hati dan pikiran adalah tindakan paling cerdas dalam mengatasi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme.”

Kita mengetahui masalah kemiskinan bukan masalah mudah untuk dapat tertasai namun hal itu dapat teratasi. Paham radikalisme  dan terorisme selalu mengundang orang-orang untuk bergabung dalam kelompoknya adalah karena faktor iming-iming uang dengan disertai unsur jihad. Oleh karena itu, pemerataan ekonomi dan peningkatan lapangan pekerjaan sangat diperlukan supaya Indonesia tetap damai dan terhindar dari paham radikalisme dan terorisme.

Cara yang terakhir adalah melalui peran keluarga, lingkungan, budaya, agama, dan semangat kebhinekaan menumbuhkan sifat Persatuan dan Kesatuan Indonesia itu sangat penting untuk melindungi generasi muda dari propaganda radikalisme dan terorisme. Semua itu dapat terwujud bila kita melakukan kerja sama dan gotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang damai.

Dengan